Diduga Rugikan Negara Hingga Ratusan Milliar Rupiah, Kasus PTPN IV Dilaporkan Ke KPK Dinilai Tak Bersih, Presiden Didesak Copot Meneg BUMN

Pasalnya kasus yang diduga merugikan keuangan negara hingga ratusan milliard rupiah itu, sejak lama tanpa pengusutan dari pihak penyidik di daerah. “kasus ini sudah lama ngendap tanpa pengusutan. Hal ini kita maklumi karena mungkin ada kedekatan mereka” ujar Togar Sirait didampingi Sunaryo bersama Hatorangan Hutapea, di Hotel Madani Medan.

Daftar Perlengkapan Dan Peralatan Mendaki Gunung

Perlengkapan atau peralatan dalam mendaki gunung merupakan kebutuhan yang vital selama pendakian. Cuaca yang ekstrim dan berubah-ubah, tidak adanya fasilitas apapun di gunung serta fisik yang akan bekerja lebih keras dari biasanya, membuat kita para pendaki dan pecinta alam membutuhkan peralatan tersebut

PENGETAHUAN YANG HARUS DIKETAHUI TENTANG DAJJAL

Dajjal akan keluar dari arah timur, dari khurasan, dari perkampungan yahudi Ashbahan, kemudian dia mengembara di atas bumi, tidak ada satu negri pun yang ditinggalkannya kecuali Makkah dan Madinah, dia tidak bisa memasukinya karena para Malaikat menjaganya.

PENTINGNYA PENGETAHUAN TENTANG HARI KIAMAT

Nabi Sallallahu ‘Alaihi Wasallam sering kali membicarakan keadaan Kiamat dan kedahsyatannya, sehingga orang – orang waktu itu bertanya kepada beliau kapan terjadinya Kiamat, dan beliau menjawabnya bahwa itu adalah masalah ghaib yang hanya diketahui oleh Allah Ta’ala.

BENCANA ALAM TERDAHSYAT YANG PERNAH TERJADI DI INDONESIA

Bencana alam merupakan suatu kejadian alam semesta atau suatu peristiwa alam yang mengakibatkan dampak besar bagi populasi manusia. Peristiwa alam dapat berupa banjir, angin topan, gempa, tanah longsor, kebakaran, tsunami, dan hujan salju.

Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Rabu, 23 September 2020

Dilematika Remaja, Pernikahan Usia Dini

 

Oleh: Melsa Novelina

Anak menikah dengan anak, kemudian lahirlah anak. Sehingga di rumah itu anak-anak semua. Nggak ketahuan yang mana orang tuanya, karena semua ribut saling rebutan mainan.

Beberapa waktu lalu, saya menolong persalinan seorang ibu muda usia 14 tahun. Ia melahirkan setelah 2 bulan "baralek gadang". Alhamdulillah, bayi nya lahir sehat cukup bulan. Mirisnya lagi, ketika sang istri bertaruh nyawa di ruang persalinan, sang suami yang usianya tak terpaut jauh darinya asik seru main pub-G di ruang tunggu.

Ada lagi segerombolan anak SMP datang ke klinik. Rame-rame nanyain test pack sekalian cara gunainnya. Santai, berani. Duh, padahal dulu waktu kuliah nanyain test pack buat bahan Labor aja ke apotik tu malu banget. Pake ditanya2 dulu sama apoteker nya.

Sedihnya, malam itu ada lagi bocah SMP yang datang dengan ibunya minta obat penggugur kandungan. Si anak terlanjur hamil akibat hubungan dengan kakak kelasnya sendiri.  Orang tua malu, tak siap anak nya menikah dini. Si anak pun tentu tak siap dengan kehamilan yang tak dikehendaki itu. Katanya juga sudah dilakukan usaha untuk mengeluarkan dengan berbagai macam minuman keras sampe menjatuhkan diri dari atas pohon. Nauzubillah..

Sekarang lagi marak nya pula pernikahan anak-anak. Selain karena faktor perjodohan yang menjadi kebiasaan bagi beberapa daerah untuk menikahkan anaknya di usia belia, juga alasan unik seperti pasangan cilik di Kabupaten Bulukumba karena takut bobo sendiri atau seperti pasangan yang lagi viral saat ini di Lombok tengah. Sama-sama masih usia belia. Dinikahkan orang tuanya karena tidak terima anak perempuannya pulang terlambat setelah dibawa jalan-jalan sama pacarnya.

Kadang ngga habis pikir sekaligus miris. Baru kemarin adik manis itu main "alek-alek", main lompat tali, eh taunya besok ketemu udah melahirkan saja. Gimana bisa sosok yg pendiam, pemalu bisa terjebak seks bebas.

Pernikahan dini karena seks bebas ini masih menjadi PR besar untuk negri ini. Tak cukup waktu dan ruang untuk kita bahas disini bagaimana " Early Marriage Effect" dari satu sisi saja. Hal ini dapat menyebabkan kesehatan mental wanita terganggu, tidak stabilnya emosional menghadapi persoalan-persoalan rumah tangga yang berakibat rentannya KDRT.

Pernikahan usia dini karena seks bebas akan semakin menjamur di negara kita jika tidak dilakukan pencegahan sedini mungkin. Hal ini tidak terlepas dari gaya hidup sekuler-kapitalistik yang mengakar disetiap lini kehidupan. Gaya hidup yang memisahkan agama dari kehidupan dan ditunjang oleh kebebasan sehingga membuat remaja kehilangan jati diri dan terkikis keimanannya.

Ditambah lagi gempuran internet yang membuat mereka bebas mengakses konten berbau pornografi. Gempuran budaya K-Pop dan drakor yang membuat hasrat seksual para remaja meningkat. Makin rusaklah pergaulan remaja di negeri ini.

Negara pun seolah mendukung pergaulan bebas ini dengan menyajikan tontonan yang tak mendidik. Seolah kehidupan remaja hanyalah kehidupan percintaan tanpa batas. Sehingga mereka lebih tertantang lagi untuk melakukan seks bebas. Misalnya, "Dua Garis Biru" dan "Dari Jendela SMP". Padahal kisahmu tak akan seindah cerita sineteron.

Maka pencegahan pernikahan dini karena seks bebas adalah hal yang sulit dilakukan jika sistemnya masih memakai sistem sekuler - kapitalistik seperti sekarang ini. Ditambah lagi dorongan pemerintah sendiri untuk berkiblat pada negara-negara sekuler. [PurWD/voa-islam.com]

#stopfreeseks
#noearlymarriage


Source : voa-islam.com

Kamis, 08 Desember 2016

INNALILLAHI WA INNA ILAIHI ROJI’UN...ACEH DI GUNCANG GEMPA BERKEKUATAN 6.5 SR

Masjid yang rusak akibat gempa . twitter.com
Gempa berada 18 km timur laut Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Yang berkekuatan 6,5 skala richer, pada pukul 05.30 WIB, Rabu ( 7/12/2016) di kedalaman 10 kilometer. Gempa bumi kali ini  memiliki guncangan yang cukup kuat, namun tidak berpotensi tsunami.


Jumlah korban sampai saat ini ( 8/12/2016 ) berkisar 102 orang, 700 orang luka berat dan ringan. BNPD menyebutkan korban ini tersebar di tiga kebupaten yaitu Pidie Jaya, Pidie dan Bireun. Getaran gempa juga merusak ratusan bangunan ruko dan rumah, sehingga menyebabkan 3.276 orang mengungsi.
baca juga : BENCANA ALAM TERDAHSYAT YANG PERNAH TERJADI DI INDONESIA 




Berikut Fhoto - fhotonya :

 [Twitter @sutopo_BNPB]




Masjid yang rusak akibat gempa di Kabupaten Pidie Jaya dan Kec. Samalanga, Kab. Bireun, Aceh. twitter.com






Sabtu, 15 Oktober 2016

HASIL PERTANDINGAN REAL BETIS VS REAL MADRID : 1 – 6

Real Madrid meraih kemenangan dalam lanjutan La liga ke – 8 dengan menundukkan Real Betis dengan skor telak 1 – 6 di Estadio Benito Villamarin, Minggu ( 16/10/2016 ). Tim tamu ( Real Madrid ) mencetak 4 gol pada pertama melalui aksi Raphael Varame ( 4 ), Karim Benzema ( 31 ), Marcelo ( 39 ) dan Isco ( 45 ). Pada babak kedua, tambahan gol untuk Real Madrid dicetak melalui aksi Isco ( 62 ) dan tidak ketinggalan sang bitang Cristiano Ronaldo 78 ). Sedangkan Real Betis memperkecil ketertinggalan di cetak melalui Alvaro Cejudo ( 55 ).

Penampilan Real Madrid menjadi sorotan setelah hanya bermain seri melawan Villarreal, Las Palmas, Dan Eibar. Dalam Liga Champions kontra Borussia Dortmund dengan skor 2 – 2. Real Madrid Saat ini berada di tempat kedua klasemen sementara La Liga dengan mengumpulkan 18 Poin sama dengan Atletico Madrid yang tetap di puncak klasemen, hanya selisih gol. a/s

Sususnan pemain

Real Betis : 1-Adan, 14-Riza Durmisi, 20-german pezzella, 23-Aissa Mandi, 12- Critano Piccini, 8-Jonas Martin ( 10-Dani Ceballos,67), 5-Petros, 22- Darko Brasanac ( 18-Roman Zozulya,46), 24-Ruben Castro, 19-Alex Alegria ( 16-Alvaro Cejudo Carmona,46), 17-Joaquin.
Pelatih : Gustavo Poyet

Real Madrid : 1-Keylor Navas, 12-Marcelo, 5-Raphael Varane, 3-Pepe, 2-Daniel Carvajal, 22-Isco, 8-Toni Kroos, 16-Mateo Kovacic ( 17-LucasVazquez,65), 7 Cristiano Ronaldo, 9-Karim Benzema ( 21-Alvaro Morata,75), 11- Gareth Bale ( 20-Marco Asensio,79 ).
Pelatih : Zinedine Zidane


Klasemen sementara













Kamis, 13 Oktober 2016

BENCANA ALAM TERDAHSYAT YANG PERNAH TERJADI DI INDONESIA

Bencana alam merupakan suatu kejadian alam semesta atau suatu peristiwa alam yang mengakibatkan dampak besar bagi populasi manusia. Peristiwa alam dapat berupa banjir, angin topan, gempa, tanah longsor, kebakaran, tsunami, dan hujan salju. Ada juga namanya bencana alam yang tidak alami. Contohnya berupa kelaparan, yaitu kekurangan bahan pangan dalam jumlah yang sangat besar.

Berikut bencana alam terparah yang terjadi di Indonesia :

1.  Gempa dan Tsunami 2004

Bencana ini terjadi pada tanggal 26 Desember 2004, dengan episentrum ( titik permukaan ) di lepas pesisir barat sumtera ( Provinsi Nangroe Aceh Darussalam ). Gempa berkekuatan 9,1 – 9,3 SR dan gelombang tsunami yang puncak tertingginya mencapai 30 meter, yang menewaskan dari 230.000 orang di 14 negara. Indonesia adalah negara yang terkena dampak yang paling besar diikuti Sri langka, India dan Thailand.

2.  Letusan Gunung Krakatau

Tercatat bahwa gunung krakatau adalah bencana terbesar pertama di dunia. Ini terjadi pada tanggal 26 – 27 Agustus 1883. Letusan ini sangat dahsyat, karena ada awan panas dan tsunami yang mengakibatkan 36.000 jiwa meninggal, Suara ledakannya bisa di dengar sampai di Alice Springs, Australia dan Pulau Rodrigues dekat Afrika. Pada masa letusannya Dunia menjadi gelap selama dua setengah hari, karena tertutup debu vulkanis yang menutupi Atmosfir bumi.

3.  Gempa Di Sumatera Barat

Bertepatan pada tanggal 30 September 2009, terjadi di lepas pantai Sumatera, sekitar 50 km barat laut kota padang. Gempa menyebabkan kerusakan parah yang meliputi Padang Pariaman, Kota Padang, Pesisir Selatan, Bukittinggi, Padang Panjang, Agam, Solo dan Pasaman Barat. Dan mengakibatkan 6.234 orang tewas. 


baca juga : SEBAB – SEBAB ALLAH MENURUNKAN AZABNYA


4.  Gempa Tektonik, Yokyakarta

Gempa mengguncang yogyakarta pada 27 Mei 2006, pukul 05.55 Wib, berkekuatan 5.9 SR. Posisi gempa berada sekitar 25 km selatan barat daya Yogyakarta. Yang menewaskan 5.700 orang. Gempa susulan terjadi pada pukul 06.10 Wib, 08.15 Wib dan 11.22 Wib, sehingga mengakibatkan kerusakan parah, rumah dan perkantoran roboh, rusaknya instalasi listrik dan komunikasi.

5.  Tsunami Ende, Flores,NTT

Gempa bumi terjadi pada bulan 12 Desember 1992 yang berkekuatan 7,8 SR di lepas pantai Flores. Gempa bumi ini mengakibatkan Tsunami setinggi 36 meter yang menghancurkan rumah – rumah di pesisir pantai flores, menewaskan 2.100 orang, 500 orang hilang, 447 orang luka – luka, dan 5.000 orang mengungsi.

6.  Kebakaran Hutan 2015

Hampir setiap tahun terjadi kebakaran di daerah Sumtra, yang paling terparah pada Juni 2015 hingga September 2015. Kebakaran meliputi Kalimantan, Riau, Jambi, Palembang, dan Sumut. Dampaknya sebanyak 24 orang meninggal, 600.000 orang warga Riau terserang Ispa, sekolah – sekolah terpaksa di liburkan, penerbangan di tunda. Polusi asap melanda hampir wilayah Sumatera, Singapura dan Malaysia. Sejumlah laporan menyebutkan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Riau mencatat, sebanyak 2,61 juta Ha lebih hutan yang terbakar.a/s


Dari berbagai sumber

Sabtu, 28 Mei 2016

MUI Sumbar Tunggu Sidang Isbat Untuk Tetapkan Awal Ramadhan 1437 H

PADANG – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Barat (Sumbar) akan menunggu hasil sidang isbat pada hari Ahad tanggal 5 Juni 2016 sebelum menetapkan awal Ramadhan 1437 Hijriah (H) atau 2016 Masehi (M).
“Kami ikut sidang isbat dulu. Jadi ditunggu hasil dari penentuan Ramadhan bersama-sama,” kata Ketua MUI Sumbar, Gusrizal Gazhar di Padang, pada Jum’at (27/5/2016).
Umat Islam diharapkan menjadikan sidang isbat sebagai salah satu rujukan dalam menentukan waktu puasa. Hal tersebut untuk menjalin kebersamaan sesama umat Islam, apalagi kemungkinan perbedaan awal Ramadhan kali ini tidak terlalu besar.
Ia mengimbau setiap Muslim sama-sama menyatukan hati dan jangan berbicara tentang perbedaan dahulu. “Peluang berbeda itu tidak besar. Semoga awal Ramadhan dan Idul Fitri sama nantinya,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof Yunahar Ilyas menetapkan 1 Ramadan 1437 H jatuh pada hari Senin, 6 Juni 2016. Kemudian 1 Syawal 1437 H jatuh pada hari Rabu, 6 Juli 2016.
“Ketetapan tersebut berdasarkan hasil hisab hakiki wujudul hilal,” ujarnya.
Menurutnya, penetapan dari Muhammadiyah kemungkinan sama dengan yang akan ditetapkan pemerintah nantinya dalam sidang isbat 5 Juni 2016. “Kemungkinan sama, namun untuk 10 Dzulhijah atau Idul Adha ada kemungkinan berbeda karena perhitungan berbeda pula,” katanya. [AH/Ant]

http://manjanik.net/news/nasional/mui-sumbar-tunggu-sidang-isbat-untuk-tetapkan-awal-ramadhan-1437-h/

Rabu, 20 April 2016

Waspada Demam DBD ( Deman Berdarah Dengue )


Di cuaca yang tidak menentu ini, terkadang musim panas dan terkadang musim hujan. Terlebih di waktu musim hujan, kita perlu lebih menjaga kesehatan, terutama terhadap penyakit menular yang bisa di sebabkan oleh nyamuk. Penyakit yang disebabkan oleh nyamuk yaitu demam berdarah dan chikungunya. Atau biasa kita kenal dengan istilah DBD ( demam berdarah dengue ). Penyakit ini bisa saja menyerang siapa saja, anak – anak, remaja, dewasa, bahkan orang yang lanjut usia pun tak luput dalam hal ini.


Demam berdarah merupakan suatu penyakit akut yang disebabkan oleh virus dengue dan disebarkan melalui perantara nyamuk Aedes aegypti yang telah terinfeksi dengan virus tersebut. Nyamuk ini bisa hidup di dalam maupun di luar rumah. Dalam rumah biasanya bersembunyi di tempat gelap seperti di bawah tempat tidur, baju yang tergantung, dan lemari. Sedangkan di luar rumah nyamuk ini menyukai tempat teduh dan lembab. Nyamuk betina biasanya akan menaruh telur – telur nya pada wadah air dan akan menetas dalam waktu 10 hari.
Demam berdarah terbagi menjadi dua, yaitu demam dengue dan demam berdarah dengue, demam berdarah dengue merupakan bentuk yang lebih parah dari demam dengue. Berikut gejala – gejalanya :
1.       Demam dengue ( DB )
-          Demam akut selama 2 – 7 hari disertai sakit kepala, Nyeri otot dan sendi.
-          Penurunan jumlah trombosit.
-          Panas akan turun pada hari ¾.
-          Mual dan muntah
-          Wajah yang kemerahan.
2.       Demam Berdarah Dengue ( DBD )
Untuk gejalanya serupa dengan serupa dengan DB, namun disertai dengan tambahan berikut :
-          Ada tanda – tanda ruam atau bintik merah pada kulit.
-          Trombosit dan leukosit menurun ( < 100.000 ).
-          Terjadi peningkatan hematokrit ( naik 20% dari jumlah normal ).
-          Pendarahan pada jaringan lunak ( hidung, mulut, atau gusi ).
-          Mual terus menerus kadang disertai darah.
-          Rasa haus yang berlebihan.
-          Kulit yang pucat dan dingin.
-          Penurunan kesadaran dan mengantuk.
Masa kritis demam berdarah yaitu demam hari ke 3 sampai ke 7, dimana suhu akan turun namun tidak berarti orang tersebut sembuh. Oleh karena itu perlu di perhatikan tanda – tandanya , apabila ada gejala seperti di atas maka pasien di bawa ke rumah sakit terdekat untuk pengobatan.
Satu lagi yang perlu di perhatikan, sebelum kita terkena demam berdarah ini, maka kita perlu melakukan pencegahan seperti berikut :
1.       Pemberantasan dengan cara 3 M yaitu menguras, menutup, mengubur barang – barang yang tidak terpakai ( bekas ) yang bisa menjadi tempat nyamuk tinggal.
2.       Fogging atau pengasapan
3.       Abatisasi yaitu dengan menaburkan bubuk abate ke dalam bak mandi atau tempat penampukan air.
4.       Sistem kewaspadaan dini
Sumber :

Majalah ar-risalah

Selasa, 29 Maret 2016

Pemda Madina Diharapkan Fasilitasi Pendirian Koperasi Petani Kopi

PANYABUNGAN – Pemerintah Daerah Kabupaten Mandailing Natal dalam hal ini Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, UKM, dan Pasar diharapkan dapat memfasilitasi para petani kopi didalam koperasi kopi. Pendirian badan koperasi ini selain melindungi para petani kopi dari permainan harga para tengkulak juga berpungsi untuk menampung hasil panen masyarakat
Salah seorang penggiat kopi Ali Musa Manto Lubis kepada Mandailing Online, Senin (14/3) mengatakan, untuk melindungi para petani kopi di Mandailing Natal dari permainan harga dari para  tengkulak pendirian sebuah badan yang bernamakan koperasi saya nilai sebagai sebuah solusi bagi para petani saat ini.
Dia juga menyampaikan selain berfungsi sebagai menampung hasil kopi dari petani juga melindungi petani  dari tengkulak, juga dapat  menstabilkan harga kopi dipasaran.
Belakangan ini perkebunan Kopi jenis Arabika mulai banyak digeluti oleh masyarakat Mandailing Natal  terutama dikawasan  Mandailing Julu dan Panyabungan Timur. (hol)

Sumber: mandailingonline.com


( baca juga : 15 Tahun Madina, Batu Sondat Belum Merasakan Pembangunan )

15 Tahun Madina, Batu Sondat Belum Merasakan Pembangunan

Beritasumut.com – Warga Desa Batu Sondat, Kecamatan Batahan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara (Sumut) mengharapkan adanya pembangunan insfrastruktur di desa mereka. 

Pasalnya, setelah 15 tahun Kabupaten Madina dimekarkan dari Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Desa Batu Sondat yang letaknya di ujung Provinsi Sumut ini belum terjamah pembangunan.

Kasri Nasution (50) warga Batu Sondat, Senin (26/1/2015) mengatakan, sejak Madina berpisah dari Tapsel, Batu Sondat yang berbatasan dengan Kabupaten Pasaman Barat, belum pernah tersentuh pembangunan.

"Terkadang kita merasa iri dengan desa-desa lain di Madina ini, karena desa lain mendapat perhatian dengan adanya pembangunan, sedangkan desa kami entah kapan akan mendapat perhatian dari Pemkab Madina," ujarnya.

Apalagi bila dibandingkan dengan desa di Kabupaten Pasaman Barat, perbandingannya sangat jauh berbeda. Semua desanya telah mendapatkan pembangunan yang merata, seperti insfrastruktur jalan, drainase dan lainnya, ungkap mantan ketua salah satu ormas kepemudaan di Kecamatan Batahan tersebut.

Masih kata Kasri, saat ini warga Batu Sondat sangat mendambakan adanya pembangunan insfrastruktur jalan, air bersih, MCK dan drainase. Sebab, apabila datang musim panas, sepanjang jalan desa akan mengepul debu yang dikhawatirkan dapat menggangu kesehatan warga.

Belum lagi datang musim hujan, desa akan kebanjiran karena tidak mempunyai drainase atau parit. Sehingga tak jarang rumah warga akan terendam banjir dan jentik-jentik nyamuk berkembang biak, tandasnya.

Hal senada disampaikan Nasfa (35) warga Batu Sondat lainnya. Nasfa mengutarakan, seluruh warga sangat memimpikan adanya perhatian dari Pemkab Madina untuk melakukan pembangunan di desanya. Sebab semua daerah di Kabupaten Madina mempunyai hak yang sama untuk mendapatkan perhatian dari pemerintah.

"Saya sangat merasakan sekali betapa daerah kami sangat tertinggal jauh dengan daerah-daerah lain di Kabupaten Madina," tegasnya.

Pantauan wartawan, masyarakat Desa Batu Sondat yang kesehariannya sebagai petani dan buruh PTPN IV, ingin adanya perhatian dari Pemkab Madina untuk sesegera mungkin melakukan perubahan dengan membangun jalan sebagai urat nadi penunjang perekonomian masyarakat. 

Kondisi jalan akan sangat berbeda apabila telah memasuki desa yang sudah masuk wilayah Kabupaten Pasaman Barat, Provinsi Sumatera Barat. (BS-026)

Senin, 21 Maret 2016

Kronologi PT. Palmaris vs Warga Batahan

Sudah lama masyarakat Batahan menuntut pengembalian tanah yang diserobot oleh PT. Palmaris, sudah lama masyarakat Batahan berjuang, sudah lama masyarakat merasa dizolimi, sudah lama masyarakat Kecamatan Batahan menuntut keadilan, ternyata sudah lama pula pemerintah daerah lemah tak bertindak, bahkan sejak pemerintahan bupati Amru Daulay.
Hingga pemerintahan daerah dipimpin Pl. Bupati Aspan Sopyan Batubara sampai era bupati Hidayat Batubara, lantas sampai pada masa Bupati Dahlan Hasan Nasution sekarang, perjuangan rakyat Kecamatan Batahan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) ini belum juga membuahkan hasil.

Bahkan, pada Kamis 17 Maret 2016, sebanyak 13 warga Desa Batahan I harus masuk sel setelah ditangkap Polres Madina atas tuduhan mencuri buah sawit di lokasi yang disebut lahan PT. Palmaris. Mereka ditangkap karena diadukan manajemen PT. Palmaris.
Amrun, salah seorang penggerak perjuangan Batahan dalam kesempatan bicara di DPRD Madina, Maret 2013 lalu, membeberkan bahwa kehadiran PT Palmaris yang berinvestasi di sektor perkebunan sawit itu dari tahun ketahun makin menjadi persoalan.
Pemicunya izin lokasi yang ngawur. Ada dua izin lokasi yang dimiliki Palmaris, yakni tahun 2006-2007, keduanya terindikasi tumpang tindih dengan lahan masyarakat. Apa yang termuat dalam izin lokasi tidak pernah dipenuhi, dijadikan seolah surat sakti yang tak terbantahkan.

Kekacauan konflik lahan yang bermula dari izin lokasi yang dikeluarkan pemerintah daerah dan dinilai sebagai biang kerok konflik antara warga dengan perusahaan telah mencatatkan Madina dalam daftar tujuan investasi yang kurang baik di satu sisi dan menimbulkan penderitaan bagi rakyat Batahan di sisi lain.

Berikut beberapa kronologi jejak pemberitaan Mandailing Online seputar persoalan lahan warga Batahan versus PT. Palmaris Raya :


15 DESEMBER 2008 

KESEPAKATAN KEWAJIBAN PT. PALMARIS 
MENYELESAIKAN MASALAH LAHAN DENGAN WARGA

Pada tanggal 15 Desember 2008 disepakati adanya kewajiban perusahaan menyelesaikan masalah lahan dengan warga terkait konflik lahan antara warga Batahan dengan PT. Palmaris.***

April 2012

RATUSAN WARGA BATAHAN MENGINAP DI DPRD MADINA
TUNTUT PT. PALMARIS KEMBALIKAN TANAH MEREKA

Pada April 2012, ratusan warga Batahan mengadu ke DPRD Madina. Anak-anak hingga ibu rumah tangga berjibun dan menginap di halaman gedung wakil rakyat memohon agar tanah warga yang diserobot PT. Palmaris dikembalikan kepada mereka. ***

3 Januari 2013

DPRD MADINA REKOMENDASIKAN 
PENCABUTAN IZIN PT.PALMARIS RAYA

Rapat Paripurna DPRD Madina menyetujui pencabutan izin PT. Palmaris Raya, selanjutnya mengeluarkan rekomendasi pencabutan izin PT. Palmaris dengan Nomor 170/01/KPTS/DPRD/2013 tanggal 3 Januari 2013. Rapat paripuna itu dihadiri 21 orang anggota dewan dari seluruh fraksi DPRD Madina, unsur Muspida, Asisten I Pemkab Madina Drs. Musaddad Daulay, perwakilan Palmaris Raya serta ratusan masyarakat Kecamatan Batahan. Rekomendasi itu juga menekankan kepada Pemkab Madina agar memfasilitasi masyarakat Batahan I untuk dapat menguasai lahan cadangan milik Dinas Tenaga Kerja dan Tranmigsrasi Provinsi Sumatera Utara yang selama ini diserobot oleh PT. Palmaris Raya, mengembalikan hak Desa Batahan I yaitu lahan milik 93 kepala keluarga yang terdiri dari 2 hamparan yaitu 53 Ha dan 40 ha. Pemkab Madina agar memfasilitasi proses kepemilikan lahan warga Desa Batahan I yang sampai saat itu belum terbit sertifikatnya. Kemudian, lahan Desa Pasar Batahan yang diberikan oleh Ninik Mamak Desa Pasar Batahan seluas 200 hektar harus dikembalikan ditambah dengan lahan garapan milik pribadi masyarakat. Pansus juga meminta Polres Madina menarik personil polisi dari lahan sangketa serta menyerahkan kedaulatan kepada warga selaku pemilik lahan. Pansus juga memeberikan waktu kepada Pemkab Madina menindaklanjuti rekomendasi DPRD Madina itu mulai tanggal 3 Januari hingga 3 April 2013.“Dan DPRD Madina juga harus membentuk tim pengawas terhadap tindaklanjut dan penyelesaian seluruhnya,” kata Bahri.

Rekomendasi juga menekankan agar Pemkab Madina juga memproses pengembalian lahan milik warga Desa Batahan III seluas 220 hektar yang diserobot PT. Palmaris. Sementara kepemilikan sisa lahanya (80 hektar) agar diselesaikan masyarakat secara arif dan bijaksana dengan Pemkab Madina selaku mediatornya.
Pemkab Madina juga harus memediasi dan memfasilitasi peruntukkan lahan cadangan kepada 116 kepala keluarga sebagai pertambahan penduduk Desa Batahan III yang belum memiliki lahan.***

29 Mei 2013

KOMNAS HAM TURUN KE MADINA

Komisi Nasional Hak Asasai Manusia (Komnas HAM) datang ke Madina, Rabu (29/5/2013) untuk mengumpulkan bukti-bukti terkait tiga item kasus di daerah ini. Tiga item penyelidikan itu, pertama terkait pengaduan Serikat Petani Indonesia Wilayah Sumatra Utara tentang dugaan penyerobotan lahan dan kriminalisasi serta sengketa kepemilikan tanah antara warga Desa Batahan, Kecamatan Batahan dengan PT. Palmaris Raya. Kedua, konflik warga Kecamatan Naga Juang dengan pihak polisi di lokasi kontrak karya PT.Sorikmas Mining.
Ketiga, pengaduan atas permasalahan penyerobotan lahan milik masyarakat Desa Manuncang dan Desa Suka Makmur Kecamatan Muara Batanggadis oleh PT. Anugrah Langkat Makmur. Rombongan Komnas HAM dipimpin Kasub Komisi Pemantauan dan Penyelidikan, Drs.Manager Nasution,MA itu bertemu dengan Asisten I serta pejabat Pemkab Madina lainya, sebelum melakukan penyelidikan ke lapangan.***

22 Oktober 2013

KADISHUTBUN MADINA NYATAKAN
LAYANGKAN TEGURAN KE-2 KEPADA PT. PALMARIS

Pemkab Madina melayangkan surat teguran kedua terkait indikasi kebandelan PT. Palmaris Raya menyelesaikan persoalan sengketa lahan dengan warga Transmigrasi UPT 3 dan 4 desa lainnya di Kecamatan Batahan.
“Kita sudah berikan surat tegoran kedua kepada perusahaan itu, batas tegoran kita berikan sampai pada 27 Desember 2013 ini agar mereka untuk segera menyelesaikan sengketa lahan dengan masyarakat,” ungkap Kadis Kehutanan dan Perkebunan Madina, Mara Ondak Harahap kepada wartawan, Selasa (22/10/2013).

Dijelaskannya, pihak perusahaan yang bergerak di sektor perkebunan sawit itu masih terus bersikukuh telah menuruti keinginan masyarakat dengan memberikan hak kepada masyarakat UPT Transmigrasi seluas 300 hektar dan 200 hektar kepada 4 desa lainnya di kecamatan Batahan. Oleh pemkab, pengakuan perusahaan itu dinilai gombal alias manis di bibir. Sebab, fakta di lapangan bahwa masyarakat masih mengeluh dan masih menuduh perusahaan itu menyerobot lahan warga terutama UPT Transmigrasi yang telah bersertifikat. Padahal, menurut Maraondag, kesepakatan 15 Desember 2008 telah dengan jelas menekankan kewajiban perusahaan menyelesaikan masalah lahan dengan warga. Menyusul surat teguran kedua itu, pihak Pemkab Madina sudah menetapkan rencana pertemuan dengan pihak perusahaan PT.Palmaris Raya pada 29 hingg 31 Oktober 2013 yang juga akan dihadiri Muspika Batahan.***

28 Oktober 2013 

6 Desa di Batahan Desak Pemkab Madina
Jalankan Rekomendasi DPRD Madina


Sebanyak 6 desa di Kecamatan Batahan mendesak Pemkab Madina menjalankan rekomendasi DPRD Madina tentang pencabutan izin PT. Palmaris.
Sikap 6 desa ini tertuang dalam notulen rapat pertemuan antara warga dengan manajemen perusahaan yang difasilitasi Muspika Batahan.
Masyarakat menyatakan bahwa mereka jelas-jelas dan dengan tegas menolak keberadaan PT Palmaris Raya di wilayah mereka, dan mereka meminta agar tanah masyarakat yang telah diserobot oleh PT Palmaris Raya dikembalikan kepada masyarakat.
Desa-desa tersebut adalah Pasar Batahan, Sari Kenanga Batahan, Kuala Batahan, Kelurahan Pasar Batahan, Batahan III dan Batahan I.***

Sumber : http://www.mandailingonline.com/kronologi-pt-palmaris-vs-warga-batahan/


Baca Juga :BUPATI MADINA HARAPKAN PTPN IV SERAHKAN HAK MASYARAKAT  )

Minggu, 20 Maret 2016

Bupati Madina Harapkan PTPN IV Serahkan Hak Masyarakat

MARTABENews, Batahan - Kunjungan kerja Bupati Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Drs Dahlan Hasan Nasution di Desa Batu Sondat, Kecamatan Batahan yang dihadiri Anggota DPRD Madina Suhandi Lubis, Manager PTPN IV, pimpinan SKPD dan masyarakat, Rabu (18/11).
Dalam kunjungan kerja sekaligus musyawarah tentang pembahasan lahan Plasma kebun sawit yang berada di wilayah Batu Sondat, Kecamatan Batahan, selaku ahli waris permasalahan Dahlan meminta agar pihak PTPN IV dapat dan segera mengabulkan permintaan masyarakat akan areal Plasma Kebun Sawit.
"Bagaimanapun saya meminta kepada pihak PTPN IV secepatnya dapat membuat keputusan terhadap permintaan masyarakat akan pembangunan Plasma yang berada dalam kebun inti, sehingga permasalahan ini tidak berkepanjangan lagi, saya akan menengahi kepada masyarakat agar nantinya dapat diterima," tegas Dahlan.
"Memang hingga saat ini masyarakat di empat desa sudah mendapatkan 214 Hektar Plasma, namun kiranya pihak PTPN IV dapat menambah Plasma untuk masyarakat, dan mengenai jumlah yang akan ditambah nantinya saya akan langsung turun kepada masyarakat," sambung Dahlan.
Dahlan mengharapkan meskipun begitu semua keputusan ada pada Direktur, "Maka untuk mengambil kesimpulan saya meminta melalui Manager PTPN IV yang hadir saat ini agar permasalahan ini dapat disampaikan kepada Direktur PTPN IV," kata Dahlan.
Lebih lanjut Dahlan menjelaskan bahwa Semua ini demi kepentingan dan kehidupan masyarakat yang ada di Mandailing Natal khususnya di Batu Sondat. Apalagi permasalahan ini sudah sekian lama belum dapat terselesaikan.
"Mari kita buat solusi terbaik demi kenyamanan antara pihak investor baik PTPN IV begitu juga dengan masyarakat. Bilamana nantinya telah ada hasil kesepakatan dalam waktu dekat saya akan membawa beberapa perwakilan dari masyarakat duduk bersama dengan Dirut PTPN IV untuk membahas agar permasalahan lahan Plasma Sawit ini dapat diselesaikan secepatnya," tutur Bupati Madina, Drs Dahlan Hasan Nasution.
[Agussalim hasibuan]  

Sumber. MARTABENews.com