Diduga Rugikan Negara Hingga Ratusan Milliar Rupiah, Kasus PTPN IV Dilaporkan Ke KPK Dinilai Tak Bersih, Presiden Didesak Copot Meneg BUMN

Pasalnya kasus yang diduga merugikan keuangan negara hingga ratusan milliard rupiah itu, sejak lama tanpa pengusutan dari pihak penyidik di daerah. “kasus ini sudah lama ngendap tanpa pengusutan. Hal ini kita maklumi karena mungkin ada kedekatan mereka” ujar Togar Sirait didampingi Sunaryo bersama Hatorangan Hutapea, di Hotel Madani Medan.

Daftar Perlengkapan Dan Peralatan Mendaki Gunung

Perlengkapan atau peralatan dalam mendaki gunung merupakan kebutuhan yang vital selama pendakian. Cuaca yang ekstrim dan berubah-ubah, tidak adanya fasilitas apapun di gunung serta fisik yang akan bekerja lebih keras dari biasanya, membuat kita para pendaki dan pecinta alam membutuhkan peralatan tersebut

PENGETAHUAN YANG HARUS DIKETAHUI TENTANG DAJJAL

Dajjal akan keluar dari arah timur, dari khurasan, dari perkampungan yahudi Ashbahan, kemudian dia mengembara di atas bumi, tidak ada satu negri pun yang ditinggalkannya kecuali Makkah dan Madinah, dia tidak bisa memasukinya karena para Malaikat menjaganya.

PENTINGNYA PENGETAHUAN TENTANG HARI KIAMAT

Nabi Sallallahu ‘Alaihi Wasallam sering kali membicarakan keadaan Kiamat dan kedahsyatannya, sehingga orang – orang waktu itu bertanya kepada beliau kapan terjadinya Kiamat, dan beliau menjawabnya bahwa itu adalah masalah ghaib yang hanya diketahui oleh Allah Ta’ala.

BENCANA ALAM TERDAHSYAT YANG PERNAH TERJADI DI INDONESIA

Bencana alam merupakan suatu kejadian alam semesta atau suatu peristiwa alam yang mengakibatkan dampak besar bagi populasi manusia. Peristiwa alam dapat berupa banjir, angin topan, gempa, tanah longsor, kebakaran, tsunami, dan hujan salju.

Tampilkan postingan dengan label Akidah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Akidah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 01 Desember 2020

Nabi Muhammad Dibenci Karena Aqidahnya

            

Setiap muslim meyakini bahwa Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam merupakan sosok manusia paripurna. Beliau memiliki akhlak agung yang tiada tandingannya. Karena akhlaknya, Nabi shollallahu ’alaih wa sallam dicintai dan dihormati segenap kalangan. Tua-muda, laki-perempuan semua sangat terkesan dengan pribadi agungnya. Kemuliaan kepribadian Nabi shollallahu ’alaih wa sallam bukan baru hadir setelah beliau diangkat Allah menjadi Nabi. Bahkan sejak masa jahiliyah masyarakat musyrik Quraisy Mekkah menjuluki beliau dengan ”Al-Amin” (laki-laki terpercaya). Hal ini bahkan diabadikan di dalam firman Allah:

:وَإِنَّكَ لَعَلَى خُلُقٍ عَظِيمٍ

’Dan sesungguhnya kamu (Muhammad) benar-benar berbudi pekerti yang agung.” (QS Al-Qolam ayat 4)

 

Namun siapapun yang mengenal sejarah hidup Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam pasti tahu bahwa dalam hidupnya beliau juga memiliki musuh. Dan tidak sedikit di antaranya yang sedemikian benci kepada Nabi shollallahu ’alaih wa sallam sehingga berniat membunuh manusia mulia ini. Sehingga muncullah suatu pertanyaan di dalam benak fikiran kita. Jika akhlak Nabi shollallahu ’alaih wa sallam diakui sedemikian mulia, lalu mengapa beliau masih mempunyai musuh? Mengapa masih ada manusia yang berniat membunuhnya jika semua orang sepakat bahwa akhlak beliau sedemikian mengagumkan?

Saudaraku, hal ini hanya menggambarkan kepada kita bahwa sesungguhnya ada hal lain yang jauh lebih utama daripada perkara akhlak yang menyebabkan manusia menjadi siap bermusuhan dengan Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam. Hal itulah yang dinamakan dengan ”Al-Aqidah” atau keimanan. Siapapun orang yang memusuhi Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam pastilah orang yang tidak suka dengan ajaran aqidah atau keimanan yang dibawakannya.

 

Mereka tidak bisa memungkiri kemuliaan akhlak Nabi shollallahu ’alaih wa sallam, namun mereka sangat tidak suka dengan ajaran aqidah Tauhid yang Nabi shollallahu ’alaih wa sallam da’wahkan kesana-kemari. Sebab menurut mereka, ajaran Tauhid mengancam eksistensi ajaran mereka.

 

Ajaran mereka, yaitu kemusyrikan, menyuarakan eksistensi banyak ilah (tuhan), sedangkan ajaran aqidah Tauhid menegaskan hanya ada satu ilah di muka bumi yaitu Allah Subhaanahu wa Ta’aala. Lalu seseorang yang berikrar syahadat Tauhid diharuskan mengingkari eksistensi berbagai ilah lainnya untuk hanya menerima dan mengakui Satu ilah saja.

 

Sehingga dalam catatan Siroh Nabawiyyah (sejarah perjuangan Nabi shollallahu ’alaih wa sallam) kita sempat menemukan bagaimana paman Nabi, yakni Abu Tholib, diminta oleh para pemuka Musyrik Quraisy untuk melobi Nabi shollallahu ’alaih wa sallam agar mau menghentikan seruan da’wah Tauhid-nya dengan imbalan apapun yang diinginkan Nabi shollallahu ’alaih wa sallam. Tetapi apa jawaban Nabi shollallahu ’alaih wa sallam terhadap permintaan mereka?

 

”Demi Allah, hai Pamanku…! Jika mereka meletakkan matahari di tangan kananku dan bulan di tangan kiriku, dengan maksud agar aku meninggalkan urusan ini, maka saya tidak akan melakukannya, sampai Allah memenangkannya atau aku hancur dalam melaksanankannya…!”

 

Pada dasarnya seruan Tauhid inilah seruan abadi para Nabi dan Rasul utusan Allah. Umat manusia sepanjang zaman didatangi oleh para Nabi dan Rasul secara bergantian dengan membawa misi mengajak manusia agar menghamba semata kepada Allah dan menjauhi Thoghut.

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولًا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ

’Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu”. (QS An-Nahl ayat 36)

 

Sebelum para Nabi dan Rasul mengajarkan apapun, mereka senantiasa mendahulukan pengajaran akan hakikat fundamental pengesaan Allah. Tiada gunanya segenap amal-sholeh dan amal-ibadah diajarkan kepada manusia jika tidak dilandasi sebuah pemahaman sekaligus keyakinan mendasar akan keesaan Allah. Bahkan Al-Qur’an menggambarkan bahwa hakikat kebencian kaum kafir hingga tega menyiksa sesama manusia lainnya ialah dikarenakan manusia lain itu memiliki keimanan akan keesaan Allah semata.

وَمَا نَقَمُوا مِنْهُمْ إِلَّا أَنْ يُؤْمِنُوا بِاللَّهِ الْعَزِيزِ الْحَمِيدِ

الَّذِي لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ

”Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mu’min itu melainkan karena orang-orang mu’min itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji, Yang mempunyai kerajaan langit dan bumi dan Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu.” (QS Al-Buruuj ayat 8-9)

 

Inilah hakikat permusuhan dan konfrontasi di dunia. Permusuhan yang sesungguhnya ialah permusuhan karena pertentangan aqidah bukan yang lainnya. Seorang mu’min sepatutnya menyadari bahwa Nabi kita yang mulia akhlaknya itu tidak pernah dibenci lantaran akhlaknya. Namun setiap bentuk kebencian dan permusuhan yang diarahkan kepada beliau senantiasa bertolak dari ketidak-relaan manusia untuk menerima sekurang-kurangnya mentolerir keberadaan aqidah Tauhid yang diajarkan Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam.

Maka sudah sepantasnya kita selalu introspeksi dan evaluasi diri. Jika dalam kehidupan ini kita.

Ternyata dimusuhi manusia, maka jangan bersedih dulu. Sebab Nabipun pernah dimusuhi. Namun selanjutnya kita perlu lihat, apakah manusia memusuhi kita lantaran akhlak kita atau aqidah kita. Jika ternyata kita dibenci lantaran akhlak kita, maka sudah sepatutnya kita ber-istighfar dan memperbaiki diri. Karena Nabi shollallahu ’alaih wa sallam tidak pernah dibenci manusia lantaran akhlaknya. Namun jika kita dibenci lantaran aqidah kita, maka sepatutnya kita bersyukur dan bersabar. Sebab Nabi shollallahu ’alaih wa sallam dan para sahabatnya-pun dibenci karena aqidahnya. Itupun dengan satu catatan, yaitu kita selama ini memang sudahterus-menerus berusaha meluruskan dan mengokohkan aqidah Tauhid kita setiap hari. Semoga saudaraku…

وَلَا تَهِنُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَنْتُمُ الْأَعْلَوْنَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

”Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.” (QS Ali Imran ayat 139) ( eramuslim.com )

Rabu, 23 September 2020

Dilematika Remaja, Pernikahan Usia Dini

 

Oleh: Melsa Novelina

Anak menikah dengan anak, kemudian lahirlah anak. Sehingga di rumah itu anak-anak semua. Nggak ketahuan yang mana orang tuanya, karena semua ribut saling rebutan mainan.

Beberapa waktu lalu, saya menolong persalinan seorang ibu muda usia 14 tahun. Ia melahirkan setelah 2 bulan "baralek gadang". Alhamdulillah, bayi nya lahir sehat cukup bulan. Mirisnya lagi, ketika sang istri bertaruh nyawa di ruang persalinan, sang suami yang usianya tak terpaut jauh darinya asik seru main pub-G di ruang tunggu.

Ada lagi segerombolan anak SMP datang ke klinik. Rame-rame nanyain test pack sekalian cara gunainnya. Santai, berani. Duh, padahal dulu waktu kuliah nanyain test pack buat bahan Labor aja ke apotik tu malu banget. Pake ditanya2 dulu sama apoteker nya.

Sedihnya, malam itu ada lagi bocah SMP yang datang dengan ibunya minta obat penggugur kandungan. Si anak terlanjur hamil akibat hubungan dengan kakak kelasnya sendiri.  Orang tua malu, tak siap anak nya menikah dini. Si anak pun tentu tak siap dengan kehamilan yang tak dikehendaki itu. Katanya juga sudah dilakukan usaha untuk mengeluarkan dengan berbagai macam minuman keras sampe menjatuhkan diri dari atas pohon. Nauzubillah..

Sekarang lagi marak nya pula pernikahan anak-anak. Selain karena faktor perjodohan yang menjadi kebiasaan bagi beberapa daerah untuk menikahkan anaknya di usia belia, juga alasan unik seperti pasangan cilik di Kabupaten Bulukumba karena takut bobo sendiri atau seperti pasangan yang lagi viral saat ini di Lombok tengah. Sama-sama masih usia belia. Dinikahkan orang tuanya karena tidak terima anak perempuannya pulang terlambat setelah dibawa jalan-jalan sama pacarnya.

Kadang ngga habis pikir sekaligus miris. Baru kemarin adik manis itu main "alek-alek", main lompat tali, eh taunya besok ketemu udah melahirkan saja. Gimana bisa sosok yg pendiam, pemalu bisa terjebak seks bebas.

Pernikahan dini karena seks bebas ini masih menjadi PR besar untuk negri ini. Tak cukup waktu dan ruang untuk kita bahas disini bagaimana " Early Marriage Effect" dari satu sisi saja. Hal ini dapat menyebabkan kesehatan mental wanita terganggu, tidak stabilnya emosional menghadapi persoalan-persoalan rumah tangga yang berakibat rentannya KDRT.

Pernikahan usia dini karena seks bebas akan semakin menjamur di negara kita jika tidak dilakukan pencegahan sedini mungkin. Hal ini tidak terlepas dari gaya hidup sekuler-kapitalistik yang mengakar disetiap lini kehidupan. Gaya hidup yang memisahkan agama dari kehidupan dan ditunjang oleh kebebasan sehingga membuat remaja kehilangan jati diri dan terkikis keimanannya.

Ditambah lagi gempuran internet yang membuat mereka bebas mengakses konten berbau pornografi. Gempuran budaya K-Pop dan drakor yang membuat hasrat seksual para remaja meningkat. Makin rusaklah pergaulan remaja di negeri ini.

Negara pun seolah mendukung pergaulan bebas ini dengan menyajikan tontonan yang tak mendidik. Seolah kehidupan remaja hanyalah kehidupan percintaan tanpa batas. Sehingga mereka lebih tertantang lagi untuk melakukan seks bebas. Misalnya, "Dua Garis Biru" dan "Dari Jendela SMP". Padahal kisahmu tak akan seindah cerita sineteron.

Maka pencegahan pernikahan dini karena seks bebas adalah hal yang sulit dilakukan jika sistemnya masih memakai sistem sekuler - kapitalistik seperti sekarang ini. Ditambah lagi dorongan pemerintah sendiri untuk berkiblat pada negara-negara sekuler. [PurWD/voa-islam.com]

#stopfreeseks
#noearlymarriage


Source : voa-islam.com

Selasa, 22 September 2020

DOA DI SEPERTIGA MALAM TERKAHIR

Di antara doa yang mustajab (mudah diijabahi atau dikabulkan) adalah doa di sepertiga malam terakhir. Namun kita sering melalaikan hal ini karena waktu malam kita biasa diisi dengan tidur lelap. Cobalah kita bertekad kuat untuk mendapatkan waktu tersebut. Malamnya kita isi dengan shalat tahajjud dan memperbanyak do’a pada Allah atas setiap hajat kita.Dari Jabir bin ‘Abdillah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ فِى اللَّيْلِ لَسَاعَةً لاَ يُوَافِقُهَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ يَسْأَلُ اللَّهَ خَيْرًا مِنْ أَمْرِ الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ إِلاَّ أَعْطَاهُ إِيَّاهُ وَذَلِكَ كُلَّ لَيْلَةٍ

“Di malam hari terdapat suatu waktu yang tidaklah seorang muslim memanjatkan do’a pada Allah berkaitan dengan dunia dan akhiratnya bertepatan dengan waktu tersebut melainkan Allah akan memberikan apa yang ia minta. Hal ini berlaku setiap malamnya.” (HR. Muslim no. 757)

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,          

يَتَنَزَّلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ يَقُولُ مَنْ يَدْعُونِى فَأَسْتَجِيبَ لَهُ ، مَنْ يَسْأَلُنِى فَأُعْطِيَهُ ، وَمَنْ يَسْتَغْفِرُنِى فَأَغْفِرَ لَهُ

“Rabb kita tabaroka wa ta’ala turun setiap malam ke langit dunia hingga tersisa sepertiga malam terakhir, lalu Dia berkata: ‘Siapa yang berdoa pada-Ku, aku akan memperkenankan doanya. Siapa yang meminta pada-Ku, pasti akan Kuberi. Dan siapa yang meminta ampun pada-Ku, pasti akan Kuampuni’.” (HR. Bukhari no. 6321 dan Muslim no. 758). Muhammad bin Isma’il Al Bukhari membawakan hadits ini dalam Bab ‘Doa pada separuh malam’. Imam Nawawi menyebutkan judul dalam Shahih Muslim Bab ‘Dorongan untuk berdoa dan berdzikir di akhir malam dan terijabahnya doa saat itu’.

Ibnu Hajar menjelaskan, “Bab yang dibawakan oleh Al Bukhari menerangkan mengenai keutamaan berdoa pada waktu tersebut hingga terbit fajar Shubuh dibanding waktu lainnya.” (Fathul Bari, 11/129)

Ibnu Baththol berkata, “Waktu tersebut adalah waktu yang mulia dan terdapat dorongan beramal di waktu tersebut. Allah Ta’ala mengkhususkan waktu itu dengan nuzul-Nya (turunnya Allah). Allah pun memberikan keistimewaan pada waktu tersebut dengan diijabahinya doa dan diberi setiap  yang diminta.” (Syarh Al Bukhari, 19/118)

Ada suatu pelajaran menarik dari Imam Al Bukhari. Beliau membawakan Bab dengan judul “Doa pada separuh malam”. Padahal hadits yang beliau bawakan setelah itu berkenaan dengan doa ketika sepertiga malam terakhir. Mengapa bisa demikian?

Ibnu Baththol rahimahullah mengatakan bahwa Al Bukhari mengambil judul Bab tersebut dari firman Allah,

“Bangunlah (untuk sembahyang) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya), seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit.” (QS. Al Muzzamil: 2-3). Judul bab tersebut diambil oleh Al Bukhari dari ayat Al Qur’an di atas. Dalam hadits sendiri menunjukkan bahwa waktu terijabahnya doa adalah pada sepertiga malam terakhir. Ini menunjukkan bahwa hendaknya seorang muslim benar-benar memperhatikan waktu tersebut dengan ia bersiap-siap sebelum masuk sepertiga malam terakhir yang awal. Hendaklah setiap hamba bersiap diri dengan kembali pada Allah kala itu agar mendapatkan sebab ijabahnya doa. Setiap muslim hendaklah memperhatikan waktunya di malam dan siang hari dengan doa dan ibadah kepada Allah Ta’ala. (Syarh Al Bukhari,  19/119)

Catatan:

Waktu malam dihitung dari tenggelamnya matahari (waktu Maghrib) hingga terbit fajar Shubuh. Jika waktu Maghrib kira-kira pukul 18.00 dan waktu Shubuh pukul 04.00, berarti waktu malam ada sekitar 10 jam. Pertengahan malam berarti jam 11 malam. Sedangkan sepertiga malam terakhir dimulai kira-kira jam 1 dinihari.

Moga Allah mudahkan waktu kita di malam hari diisi dengan shalat tahajjud ikhlas karena-Nya dan semoga Allah memperkenankan setiap doa-doa kita.

Wallahu waliyyut taufiq.

Referensi:

Fathul Bari Syarh Shahih Al Bukhari, Ibnu Hajar Al ‘Asqolani, terbitan Darul Ma’rifah, Beirut, 1379.

Shahih Al Bukhari, Muhammad bin Isma’il bin Ibrahim bin Al Mughirah Al Bukhari, Mawqi’ Wizaroh Al Awqof Al Mishriyyah.

Shahih Muslim, Muslim bin Al Hajjaj Abul Husain Al Qusyairi An Naisaburi, Tahqiq: Muhammad Fuad ‘Abdul Baqi, terbitan Dar Ihya’ At Turots Al ‘Arobi.

Syarh Al Bukhari, Ibnu Baththol, Asy Syamilah.

Sumber: www.rumaysho.com

Minggu, 30 Oktober 2016

PENGETAHUAN YANG HARUS DIKETAHUI TENTANG DAJJAL

Dajjal merupakan seorang yang akan datang pada akhir zaman, Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasallam mengabari bahwa kedatangan Dajjal merupakan suatu pertanda dekatnya hari Kiamat. Dajjal bukan merupakan seperti hewan yang berbentuk manusia, Dajjal merupakan makhluk ciptaan Allah Subhana Wa Ta’ala yang masih termasuk keturunan Nabi Adam ‘Alaihi salam yang berarti termasuk golongan manusia. Kedatangan Dajjal juga termasuk fitnah yang besar di akhir zaman.

Ciri - cirinya

Dia memiliki banyak sifat yang di jelaskan dalam berbagai hadits agar manusia lebih bisa mengenalnya dan memberi peringatan kepada yang lain atas kejelekannya, sehingga bila dia keluar maka orang – orang yang beriman dapat mengenalinya dan tidak terkena fitnahnya. Sifat – sifat ini dapat membedakannya dari manusia lain. Maka tidak ada yang tertipu kecuali orang bodoh yang telah ditetapkan kesengsaraannya. Hanya kepada Allah sematalah kita memohon, supaya kita diselamatkannya dari fitnah tersebut.

Diantara sifat – sifatnya, bahwa dia adalah seorang laki – laki, masih muda, berkulit merah, pendek, jarak antara kedua betisnya berjauhan ( leter o ), berambut keriting, keningnya lebar, dadanya bidang, mata kanan buta ( seakan – akan seperti buah anggur yang menonjol ), di keningnya tertulis huruf  ﻛﺎﻑﺮ ( kaf, fa, ra ) atau kafir, setiap muslim dapat membacanya, baik dia orang yang buta huruf maupun tidak. Sifat yang lain bahwa dia mandul, tidak memiliki anak. berikut diantara hadist Nabi Sallallahu ‘Alaihi Wasallam yang menjelaskan ciri – ciri fisik dajjal yaitu :

a. “Sesungguhnya Al-Masih Ad-Dajjal seorang laki-laki pendek, berkaki bengkok, keriting rambutnya, buta sebelah matanya, dan matanya kabur tidak menonjol dan tidak juga cekung, jika ia memperdayai kalian maka ketahuilah bahwa Tuhan kalian tidaklah buta sebelah.” [HR. Ahmad 23144, Abu Dawud 4320]
b. Dari ‘Umar radhiyallahu’anhu, bahwasanya Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasallam menceritakan Dajjal di tengah – tengah manusia, lalu beliau bersabda :”Sesungguhnya Allah Ta’ala tidak picek ( buta sebelah ), dan ketahuilah sesungguhnya al-Masih Dajjal adalah picek mata sebelah kanannya. Matanya bagaikan anggur yang menonjol”.( HR Bukhari, kitab al-Fitan )
c.“Tidak ada seorang Nabi pun kecuali telah memperingatkan ummatnya tentang Dajjal yang buta sebelah lagi pendusta. Ketahuilah bahwa Dajjal buta sebelah matanya sedangkan Allah tidaklah buta sebelah. Tertulis diantara kedua matanya; Kafir (yang mampu dibaca oleh setiap muslim).” (HR. Al-Bukhari 7131,7408, Muslim 2933)


Dajjal akan keluar dari arah timur, dari khurasan, dari perkampungan yahudi Ashbahan, kemudian dia mengembara di atas bumi, tidak ada satu negri pun yang ditinggalkannya kecuali Makkah dan Madinah, dia tidak bisa memasukinya karena para Malaikat menjaganya.

Dari Fathimah binti Qais, bahwa Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda :”Ketahuilah sesungguhnya dia ( Dajjal ) berada dilaut Syam atau laut yaman. Oh tidak, bahkan ( ia akan datang ) dari arah timur. Dari arah timur?”( dan beliau memberi isyarat dengan tangannya kerah timur ). HR. Muslim.
Dari Anas radhiyallahu’anhu, dia berkata,” Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda : “Dajjal akan keluar dari perkampungan yahudi Ashbahan, bersamanya ada tujuh puluh ribu orang yahudi.” ( HR. Ahmad, Ibnu Hajar mengatakan shahih).

Pulau Sedir, di laut Mediterania

kalau kita lihat banyak symbol – symbol Dajjal yang digunakan Negara di timur Madinah yang telah mempersiakan diri menyambut kehadiran Dajjal…

King Tower, Jeddah

Lambang lencana Kepolisian Saudi Arabia
Tidak akan memasuki Makkah dan Madinah

Diharamkan kepada Dajjal untuk memasuki Makkah dan Madinah ketika dia keluar di akhir zaman berdasarkan hadits – hadist yang menjelaskan hal tersebut. Ketika dia sampai dikota Madinah, dia tidak bisa memasukinya. Jadi tetap di luar kota Madinah dan bertahan disekitarnya.

Dari Abu Said radhiyallahu’anhu, bahwa Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:”Dajjal akan tiba dan dia terlarang memasuki Madinah. Dia akan tinggal disebuah daerah bergaramdi sekitar Madinah.” ( HR, bukhari no.9245)

Dari anas bin Malik, Nabi Sallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,”Dajjal akan datang dan tinggal di suatu tempat dekat Madinahdan kemudian bergoncanglah Madinah tiga kali sehingga orang non muslin dan munafiq keluar dari Madinah dan menuju kepadanya.” ( HR. Bukhari, no.9239 )

baca juga : PENTINGNYA PENGETAHUAN TENTANG HARI KIAMAT

Ada sebuah bangunan di sekitar Madinah, bangunan itu secara resmi disebut istana kerajaan. Namum masyarakat setempat meneyebutnya “istana dajjal”. Dan banyak Ulama mengatakan bahwa bangunan ini terletak di atas “gunung bergaram” sesuai yang diceritakan dalam hadits Nabi Sallallahu ‘Alaihi Wasallam

Bangunan di gunung bergaram

Nabi Sallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,”Dajjal akan mendaki gunung dan melihat ke arah kota Madinah. Kemudian dia akan mengatakan terhadap pengikutnya kalian melihat istana putih itu ? itu adalah masjidnya Ahmad ( Hakim dalam mustadrak shahih sesuai syarat dari imam Muslim ).
Masjid Nabawi dilihat dari gunung bergaram

Memang jelas, pada saat Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasallam mengucapkan hadits ini, Masjid Nabawi masih sangat sedrhana karena hanya terbuat dari lumpur basah berwarna kecoklatan dan batu bata. Pada saat ini Masji Nabawi telah berubah menjadi sangat besar dan Nampak indah seperti istana putih.

Masjid Nabawi

Nabi Sallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,”Almasih Dajjal tidak akan memasuki Madinah yang pada saat itu memiliki 7 gerbang, yang setiap gerbangnyaakan dijaga 2 Malaikat ( HR. Bukhari, bab fitan, vol. 9, no. 240 ).

Memang ketika kita melihat Madinah saat ini, terlihat memiliki 7 jalan utama memasuki kota Madinah : Satu dari Jeddah, Makkah, rabigh, Bandara, Tabuk dan 2 dari wilayah sekitar. 

Kota Madinah saat ini

Imam Ahmad meriwayatkan dari Junadah bin Abi Umayyah al-Azdi, dia berkata,” Aku mendengar dari kalangan Anshar pergi menemui seorang dari kalangan sahabat Nabi Sallallahu ‘Alaihi Wasallam,lalu kami berkata,”Ceritakanlah kepada kami apa –apa yang engkau dengarkan dari Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasallamyang bercerita tentang Dajjal…( lalu dia menuturkan hadits dan berkata),”Sesungguhnya dia akan berdiam di muka bumi selama empat puluh hari, dalam waktu tersebut dia akan mencapai setiap sumber air dan tidak akan mencapai empat masjid : Masjid Haraam, Masjid Madinah, Masjid ath-Thur, Masjid al-Aqsha.( HR. al-Haitsami berkata,”Diriwayatkan oleh Ahmaddan perawinya adalah perawi shahih. Ibnu Hajar berkata,”Para Pearwinya adalah tsiqab).

Kita memohon kepada Allah Subhana Wa Ta’ala, agar kita mendapat perlinduganNya dari fintah Dajjal ini, walhamdulillah. a/s


Dari berbagai sumber

Selasa, 25 Oktober 2016

PENTINGNYA PENGETAHUAN TENTANG HARI KIAMAT

ilustrasi hari kiamat
Pengetahuan hari Kiamat adalah perkara yang ghaib yang hanya diketahui oleh Allah Ta’ala, sebagaimana hal itu banyak di jelaskan oleh ayat al – Qur’an dan hadits – hadits Nabi Sallallahu ‘Alaihi Wasallam. Hari Kiamat adalah perkara yang hanya diketahui oleh Allah Ta’ala. Tidak ada yang mengetahuinya, baik itu kepada Malaikat yang didekatnya maupun kepada seorang Nabi yang diutus. Tidak ada yang mengatahui terjadinya Hari Kiamat kecuali Allah Ta’ala.

Nabi Sallallahu ‘Alaihi Wasallam sering kali membicarakan keadaan Kiamat dan kedahsyatannya, sehingga orang – orang waktu itu bertanya kepada beliau kapan terjadinya Kiamat, dan beliau menjawabnya bahwa itu adalah masalah ghaib yang hanya diketahui oleh Allah Ta’ala.

Dalam al – Qur’an Allah Subhana Wa Ta’ala berfiman,
Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: "Bilakah terjadinya?" Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. kiamat itu Amat berat (huru haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba". mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang bari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak Mengetahui".( QS al – A’raf : 187 )

Allah Ta’ala memerintahkan NabiNya, Muhammad Sallallahu ‘Alaihi Wasallam agar mengabarkan kepada manusia bahwa pengetahuan tentang terjadinya Kiamat hanya ada di sisi Allah semata, hanya Dialah yang mengetahui masalahnya dengan jelas dan kapan tejadinya, tidak seorang pun dari penduduk langi dan bumi mengetahuinya.

Allah Subhana Wa Ta’ala berfiman,
Manusia bertanya kepadamu tentang hari berbangkit. Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang hari berbangkit itu hanya di sisi Allah". dan tahukah kamu (hai Muhammad), boleh Jadi hari berbangkit itu sudah dekat waktunya.”( QS al – Ahzaab : 63 )

Begitu juga para Malaikat, ketika Jibril ‘Alaihi Salam bertanya kepada Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasallam tentang hari Kiamat, sebagaimana dijelaskan dalam hadits Jibril yang panjang – Nabi Sallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda :
“Orang yang ditanya tentangnya tidak lebih tahu daripada orang yang ditanya.”( HR Bukhari, kitab al – limaan ).

Jibril tidak mengetahui kapan hari Kiamat itu terjadi, begitu pun Nabi Muhammad Sallallahu ‘Alaihi Wasallam.
baca juga : BENCANA ALAM TERDAHSYAT YANG PERNAH TERJADI DI INDONESIA
cuplikan film 2012

Demikian pula Nabi ‘Isa ‘Alaihi Salam, beliau juga tidak mengetahui kapan Kiamat itu terjadi, padahal beliau akan turun ketika Kiamat sudah dekat. Bahkan ( turunnya Nabi ‘Isa ) termasuk tanda – tanda besar Kiamat.


baca juga : SEBAB – SEBAB ALLAH MENURUNKAN AZABNYA 

Imam Ahmad meriwayatkan, demikian pula Ibnu Majah dan al – Hakim dari ‘Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu‘anhu, dari Nabi Sallallahu ‘Alaihi Wasallam, beliau bersabda :
“pada malam aku di Isra’kan ke langit, aku bertemu dengan Ibrahim, Musa, ‘Isa.”Beliau bersabda,”lalu mereka saling menyebutkan tentang perkara Kiamat, selanjutnya mereka mengembalikan perkara mereka kepada Ibrahim, maka beliau berkata,’Aku tidak memiliki ilmu tentangnya, kembalikan perkara kepada Musa,’Lalu beliau berkata,’ ’Aku tidak memiliki ilmu tentangnya, kembalikan perkara kepada ‘Isa.’Akirnya beliau berkata,’Adapun kapan terjadinya, maka tidak ada seorangpun yang mengetahuinya kecuali Allah. Di antara wahyu yang diberikan oleh Rabb-ku ‘Azawajalla kepadaku,’ sesungguhnya Dajjal akan keluar.’ Beliau berkata,’ dan aku membawa dua pedang. jika dia melihatku, maka dia akan meleleh sebagaimana timah meleleh.’ Beliau berkata,’ Lalu Allah membinasakannya ( HR . Ahmad no. 3556, tahqiq Ahmad Syakir, dan beliau berkata”isnadnya shahih.”)

Ibnul Qayyum Rahimahullah berkata,”dan orang yang mengaku – ngaku sebagai ahli ilmu pada zaman kita ini telah menampakkan kebohongan. Dia berpura –pura kenyang ( dengan ilmu ), padahal ilmu itu tidak diberikan kepadanya.a/s

Walhamdulillah...

Sumber :
Buku : Hari Kiamat Sudah Dekat, karya Yusuf bin Abdillah bin Yusuf al – Wabil



Kamis, 22 September 2016

SEBAB – SEBAB ALLAH MENURUNKAN AZABNYA

Kaum Muslimin Yang di Rahmati oleh Allah SWT, kita pernah berfikir kenapa akhir – akhir ini musibah silih berganti melanda negri kita, pada umumnya dunia saat ini
Perlu kita sadari yang pertama sekali yang harus kita lakukan adalah melakukan intropeksi diri. Kemaksiatan yang merajalela di sekitar kita perlu kita renungkan, karena dengan merebaknya kemaksiatan di muka bumi ini Allah SWT akan menimpakan azabNya kepada kita.

Allah SWT berfirman dalam Surat Al-a’raf 96 dan 99




"Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya".( QS Al-a’raf : 96 )




Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terduga-duga)? Tiada yang merasa aman dan azab Allah kecuali orang-orang yang merugi ( QS Al-a’raf : 99 )

Dan berfiman dalam Surat Al-anfal : 25
Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya”.

Dan cermatilah hadist ini.
Dari Ibnu Umar bin al-Khaththab ra,berkata rasulullah SAW menghadap ke arah kami dan bersabda :

يا معشر المهاجرين خصال خمس إِذَا ابْتُلِيتُمْ بِهِنَّ وَأَعُوذُ بِاللَّهِ أَنْ تُدْرِكُوهُنَّ : لَمْ تَظْهَرْ الْفَاحِشَةُ فِي قَوْمٍ قَطُّ حَتَّى يُعْلِنُوا بِهَا إِلَّا فَشَا فِيهِمْ الطَّاعُونُ وَالْأَوْجَاعُ الَّتِي لَمْ تَكُنْ مَضَتْ فِي أَسْلَافِهِمْ الَّذِينَ مَضَوْا. َلَمْ يَنْقُصُوا الْمِكْيَالَ وَالْمِيزَانَ إِلَّا أُخِذُوا بِالسِّنِينَ وَشِدَّةِ الْمَئُونَةِ وَجَوْرِ السُّلْطَانِ عَلَيْهِمْ .وَلَمْ يَمْنَعُوا زَكَاةَ أَمْوَالِهِمْ إِلَّا مُنِعُوا الْقَطْرَ مِنْ السَّمَاءِ وَلَوْلَا الْبَهَائِمُ لَمْ يُمْطَرُوا .وَلَمْ يَنْقُضُوا عَهْدَ اللَّهِ وَعَهْدَ رَسُولِهِ إِلَّا سَلَّطَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ عَدُوًّا مِنْ غَيْرِهِمْ فَأَخَذُوا بَعْضَ مَا فِي أَيْدِيهِمْ .وَمَا لَمْ تَحْكُمْ أَئِمَّتُهُمْ بِكِتَابِ اللَّهِ وَيَتَخَيَّرُوا مِمَّا أَنْزَلَ اللَّهُ إِلَّا جَعَلَ اللَّهُ بَأْسَهُمْ بَيْنَهُمْ". 

“ Wahai sekalian kaum Muhajirin, adal lima hal yang jika kalian terjatuh ke dalamnya dan aku berlindung kepada Allah supaya kalian tidak menjumpainya ,
Pertama, Tidaklah nampak Zina di suatu kaum, sehingga dilakukan secara terang – terangan kecuali akan tersebar di tengah – tengah mereka tha’un ( wabah ) dan penyakit – penyakit yang tidak pernah menjangkiti generasi sebelumnya.
Kedua, tidaklah mereka mengurangi takaran dan timbangan kecuali akan ditimpa paceklik, susahnya penghidupan dan kezaliman penguasa atas mereka.
Ketiga, tidaklah mereka menahan zakat ( tidak membayarnya) kecuali hujan dari langit akan ditahan dari mereka ( hujan tidak turun ), dan sekiranya bukan karena hewan – hewan, niscaya manusia tidak akan diberi hujan.
Keempat, tidaklah mereka melanggar perjanjian mereka dengan Allah dan RasulNya, kecuali allah akan menjadikan musuh mereka ( dari kalangan selain mereka,orang kafir ) berkuasa atas mereka, lalu musuh tersebut mengambil sebagian apa yang mereka miliki.
Kelima, dan selama pemimpin – pemimpin mereka ( kaum muslimin ) tidak berhukum dengan kitabullah ( al-Qur’an ) dan mengambil yang terbaik dari apa – apa yang di turunkan oleh Allah ( syariat Islam ), melainkan Allah akan menjadikan permusuhan di antara mereka
( HR. Ibnu Majah 2/1332 no.4019, Al-Hakim no.8623, di shahihkan oleh Syaikh Al-Bani dalam ash-shahihah no.106 )

Pada hakikatnya azab ini, bisa jadi sebagai azab bagi yang suka bermaksiat kepada Allah, tetapi bagi orang – orang yang beriman bisa jadi sebagai ujian dari Allah dan menjadikannya untuk menggugurkan dosa – dosanya atau sebgai peringatan bagi umat / kaum yang lain agar selalu memohon ampun kepada Allah SWT ( bertaubat ).

Mudah – mudahan kita selalu mendapat lindungan dan rahmatNya dan menjadikan kita menjadi hamba – hamba yang Muttaqin. Amin...amin ya Rabbal’alamin.a/s


( dari berbagai sumber )